Tittle : to you, for you
Cast :
Oh Hayoung
Oh Sehun
Xiao Luhan
At Jungguk international Hospital
Hujan rintik-rintik membasahi seoul membawa awan redup
menghalangi perjalanan sang surya. Seorang gadis duduk termenung di kamar rumah
sakit, walaupun ruangan yang luas dengan interior mewah khas kelas VVIP, rumah
sakit tetaplah rumah sakit. Seperti itulah yang dirasakan gadis yang bernama Oh
Hayoung, sudah seminggu ia dirawat dirumah sakit karena cidera kaki yang
dideritanya saat bertanding pada turnamen sepak bola antar SMA se Korea
Selatan.
“Hayoungaa~” seru jiyoon, gayoon dan jihyun membuka ruangan
hayoung
Hayoung pun berbalik dari jendela dan menoleh kearah
datangnya suara dan tersenyum
“Hayoungaa~ gwenchana?” tanya Jiyoon khawatir melihat gips
dikaki Hayoung
“ne” jawab Hayoung
“taengiya, kami satu tim sangat mengkhawatirkan keadaanmu”
ucap Jihyun
“bagaimana dengan tim?” tanya Hayoung
“Kau tenang saja, turnamen baru dimulai, kami akan berusaha
untukmu” ucap gayoon
“mian aku tak bisa ikut” ucap Hayoung lemah sambil memandang
kakinya
“kokjongma, kau striker yang terhebat, kami akan menunggumu”
ucap jihyun
“posisimu saat ini digantikan oleh Gayoon, dia kemarin
menyumbangkan hatrik untuk tim kita, kita pasti bisa menang” ucap Jiyoon sambil
merangkul Gayoon
“Aniya, itu berkat kerja keras tim kita” ucap gayoon
malu-malu
“Ani, kau lah yang mencetak untuk menyelamatkan tim kita
dari SMA Byunghun yang mana rival berat SMA kita” ucap Jihyun
“SMA Byunghun telah kita lewati, jalan menuju final akan
lebih mudah bagi SMA kita” tambah Jiyoon
Tanpa mereka bertiga sadari Hayoung mengepalkan tangannya dibalik
selimut, Hayoung pun tersenyum awkward
“Hayounga~, deo jjinja gwencana?” tanya jihyun
“ne” Hayoung tersenyum simpul
“Oh iya, kami harus pergi dulu ya, karena sepertinya hujan
telah reda, pelatih meminta kami berkumpul jam 2 siang ini, beliau juga
menitipkan salam untukmu, get well soon uri striker, kami menunggumu kembali
kelapangan” ucap Jiyoon
Setelah ketiga teman Hayoung pergi, Hayoung kembali menatap
jendela
“kalian datang hanya untuk
memamerkan bahwa kalian baik-baik saja tanpa aku kan. Mulai saat ini aku tidak
akan melakukan sepak bola lagi” gumam Hayoung sambil memegang dadanya yang
sesak
“Sireo, kakiku masih sakit, kan masih bisa menggunakan kursi
roda” ucap Hayoung manja
“deo wae? Kan ingin cepat sembuhkan, latihan akan membuat
kakimu membaik” ucap perawat Jung membujuk Hayoung
“sireo, aku tidak ingin cepat sembuh, aku ingin lama disini,
lagian appa eomma masih di jepang” ucap Hayoung
“Hayounga~, jika kau sembuh kau akan bisa bermain sepak bola
lagi” ucap perawat Jung
“who said I want to play soccer again” kali ini hayoung
meraih kursi rodanya
“aku ingin berjalan-jalan dulu” ucapnya setelah duduk
dikursi roda dengan bantuan perawat Jung
“haah, kau ini, kau pemain sepak bola wanita yang terhebat
dikota ini bagiku, tahun lalu tendangan pinaltymulah yang menentukan kemenangan
SMA mu kan, I always watching your match babe” ucap perawat jung sambil
mendorong kursi roda Hayoung menuju taman
“itu dulu perawat jung, sekarang beda, aku tidak ingin
bermain sepak bola lagi, sepak bola membuat aku tidak pernah mendapat pacar”
ucap Hayoung asal
“neon Jinjja” ucap perawat jung heran terhadap pasiennya
yang satu ini
“bisakah kau tinggalkan aku sendirian, aku ingin sendirian”
tanya Hayoung setelah sampai ditaman
“geure, nanti jam 3 aku kembali lagi, arrachi?” ucap perawat
Jung
“ne” Hayoungpun mengangguk
Sepeninggal perawat Jung Hayoung mengarahkan kursi rodanya
mendekat pada kumpulan tanaman yang memiliki nama ilmiah Hibiscus rosasinensis
yang memang bunga kesayangan Hayoung. Ya, bunga sepatu
“Hai bunga, tetaplah cantik jangan sampai kau layu dan tak
berguna karena kau akan ditinggalkan begitu saja” ucap Hayoung sedih sambil
menatap bunga-bunga yang ada didepannya
Tiba-tiba
“AWAaaassss” ucap seseorang
Hayoung melihat ada bola yang mengarah padanya, dengan cepat
Hayoung menerima bola itu dengan pundak kanannya dan mempass ke kaki kirinya
yang tidak di gips dan mempass lagi untuk
menangkapnya dengan kedua tangannya
“woahhh” ucap seseorang
“neo miceoso?, jika terkena seseorang dan membuat luka
bagaimana ” ucap Hayoung ketus pada seseorang itu yang ternyata seorang namja
“reflekmu bagus, apakah kau pemain sepak bola?” ucap namja
itu, mengabaikan ucapan Hayoung
“ani” ucap Hayoung dan melemparkan bola yang ia pegang pada
namja itu
“wait, kau pasti siswi SMA Hanguk kan” ucap namja itu sambil
menghentikan kursi roda Hayoung karena Hayoung akan berbalik dan pergi
“darimana kau tau?” ucap Hayoung memandang tajam pada namja
itu
“well, reflekmu tadi sungguh tidak biasa, hanya orang yang
berlatih sepak bola lah yang bisa dan dikota ini ada 4 SMA yang ada tim sepak
bola wanitanya, dan dari ke 4 SMA itu SMA Hanguklah yang terdekat ” ucap namja itu panjang lebar
“well, I don’t care” ucap Hayoung tajam
“annyeong, joneun Oh Sehun” ucap namja itu memperkenalkan
diri
“I said I don’t care” ucap Hayoung lagi
“wait, are you not
bored here?” ucap Sehun
“hey….hey….apa yang kau lakukan” ucap Hayoung saat Sehun
menarik kursi rodanya berlawanan arah dengan kamarnya
“aku akan membawamu ketempat yang asyik dan penuh makanan
enak” ucap sehun disela-sela perjalanan
“hey, tapi kita tak boleh keluar rumah sakit” ucap hayoung
pasrah
“siapa bilang keluar rumah sakit?” ucap Sehun
Sehun dan Hayoung pun sampai di pantry yang biasa digunakan
para officeboy, tapi disana terlihat banyak manula yang berkumpul
“Annyeong yeorobeun” ucap Sehun saat memasuki pantry
“Annyeong Sehunaa” ucap haraboji haemoni yang ada diruangan
“hey, kenapa kau bawa aku kemari” bisik Hayoung pada Sehun
“kulihat kau sedang bosan, aku membantumu bersenang-senang”
ucap sehun santai
Sehunpun membuka lemari pendingin dan mengambilkan ice cream
vanilla dan coklat kearah hayoung
“vanilla atau coklat?” tanya Sehun
“kita kan tidak boleh makan ice cream” ucap Hayoung panic
“yasudah kalau tidak mau” ucap Sehun
“COKLAT” ucap Hayoung cepat, karena memang dia rindu sekali
dengan makanan kesukaannya itu
Sehunpun tersenyum dan memberikan Hayoung ice cream coklat
“Hey bocah, tumben kau kemari membawa yeojachingumu” ucap
seorang Haraboji yang sedang bermain catur
Sehunpun hanya tersenyum, sedangkan Hayoung tersedak disela
–sela aktifitasnya memakan ice cream
“yeojachingumu neomu yeppo, kau pintar” memilihnya, tambah
haemoni yang ada disebelah Sehun
Sehunpun hanya tersenyum
“hey, katakanlah sesuatu, aku bukan yeojachingumu” bisik
Hayoung pada Sehun
“katakan saja sendiri” jawab Sehun cuek
Salah satu Haemoni mendekati Hayoung
“Agashi, siapa namamu?” tanya Haemoni
“ehmm…joneun Oh Hayoung imnida haemoni” ucap Hayoung lembut
awkward
“Oh Hayoung….” Gumam Sehun tersenyum
Sehunpun menjauh dari Hayoung dan haemoni mendekati haraboji
yang sedang bermain catur
“kau sangat pantas dengan Sehun, walaupun anak ini kadang
bandel tapi ia anak yang baik, Sehun selalu menghibur kami disini, Sehun pula
lah yang mengajak kami berkumpul disini agar kami tidak bosan ” ucap Haemoni
“ani haemoni, aku dan sehun bukan seperti itu” ucap Hayoung
ragu
“AH, kau ini tak usah malu, haemoni juga pernah muda, its
okay to do it” goda haemoni pada Hayoung
Hayoungpun hanya menghela nafas berat
Tiba-tiba sekumpulan anak
menghampiri Hayoung
“eonni, jjinja Sehun oppa yeojachingu?” tanya salah satu
anak permpuan dari kumpulan itu
“ani” jawab Hayoung cepat
“tuh kan, bukan, mana mungkin Sehun oppa memiliki
yeojachingu yang jelek seperti ini” ucap anak perempuan yang lain
Hayoungpun membulatkan matanya “mworago?”
“sebaiknya eonni tak usah berharap menjadi yeojachingu Sehun
oppa, Sehun oppa dekko” ucap salah satu anak perempuan
“neo jinjja” ucap Hayoung speechless
“ani, noona ini jinjja yeppeun kok” ucap seorang bocah
laki-laki yang tersenyum pada Hayoung
Hayoungpun tersenyum pada anak laki-laki itu dan mengusap
rambut anak itu
“gomawoyo” ucap Hayoung
“Hyunwoo yaa~ tapi noona ini punya hyung” ucap Sehun
tiba-tiba
“neon” Hayoung menatap tajam Sehun, Sehun hanya terkekeh
“anak-anak, kenalkan namanya OH hayoung” ucap Sehun pada
anak-anak
“Annyeong Hayoung noona/eonni ” ucap anak-anak patuh pada
Sehun
“Annyeong” ucap Hayoung tersenyum, tapi terlihat anak-anak
perempuan menatapnya tajam
“hey, oppa punya crayon, siapa mau menggambar dikaki Hayoung
eonni?” ucap Sehun sambil mengangkat crayon yang ada ditangannya
“mworago?” ucap Hayoung sambil membulatkan matanya
Anak-anak pun mulai menggambar di gibs kaki Hayoung, haemoni
dan haraboji tersenyum melihatnya, suasana menjadi riuh tanpa Hayoung bisa
protes
Hayoungpun sesekali tertawa karena lelucon Gyu Haraboji yang
memang sangat ahli membuat lelucon, Hayoungpun menyadari ada suatu sudut
dirumah sakit yang begitu hangat dan akrab
Tak sadar hayoung pun memandang Sehun yang tertawa disamping
Haraboji, aneh kenapa tiba-tiba Oh Sehun hadir dalam lingkunganku?
“waktunya kembali keruanganmu” ucap Sehun tiba-tiba,
membuyarkan lamunan Hayoung
Hayoungpun hanya mengangguk dan pergi setelah berpamitan
pada haraboji, haemoni dan anak-anak.
Hayoungpun menunjukkan jalan menuju ruangannya
Setelah sampai ruangan Hayoung,
“Oh Hayoung ssi, kenapa kau tadi tidak ada ditempat” ucap
perawat Jung cepat
“chosonghamnida, saya membawanya berkeliling tadi” ucap
Sehun menjelaskan
“Oh geure, geure, its okay” ucap perawat Jung tersenyum pada
Sehun
Hayoung pun hanya membulatkan matanya dengan perilaku
perawat Jung
“Saya pamit dulu ” ucap Sehun pada perawat Jung
“besok aku datang lagi, sayang” ucap Sehun pada Hayoung yang
dengan suksesnya membuat Hayoung membulatkan matanya
“mworago?” ucap Hayoung, Sehunpun langsung keluar
“Namjachingumu tampan juga Hayoungaa~” goda perawat Jung
“ani…he is not my boyfriend…no” ucap Hayoung tergagap
“tak usah malu, aku bisa jaga rahasia kok…waa sayang,
sayang…” goda perawat Jung lagi
“eonni, ini tak seperti kelihatannya” ucap Hayoung pasrah
“sssttt… nanti dia sedih bila tau kau berkata seperti itu,
jadi dia alasanmu meninggalkan soccer” ucap perawat Jung lagi sambil
mengerlingkan matanya
“Aaarrgghhh” gumam Hayoung frustasi
“Hayounga~ sekarang waktunya kau istirahat” perawat Jung pun
keluar
--
Hayoung pun termenung dikamarnya
Ia melihat gibs kakinya yang penuh dengan gambar danada
tulisan dari sehun “ get well soooooooooon ^.^v” , hayounng pun tersenyum
mengingat kejadian-kejadian tadi, ia bisa merasakan kehangatan dari orang-orang
yang ditemuinya tadi.
“wait, kenapa anak itu bisa berkeliaran dengan bebasnya
dirumah sakit ini? , dia menggunakan seragam pasien dan dia ada disini berarti
dia juga sakit, tapi sakit apa ya? Dia terlihat sangat enerjik bahkan
mengalahkan orang yang sehat sekalipun” gumam Hayoung
“Hey Oh Hayoung, mengapa kau malah memikirkan namja aneh itu”
ucap Hayoung sambil menutup kepalanya dengan selimut.
--
Keesokan harinya
Hayoung kembali dari ruang ceck-up dan masuk keruangan
kamarnya, dilihatnya ada namja dikamarnya
“Annyeong” sapa namja itu
Hayoung hanya bisa membeku melihat namja yang ada
didepannya, dia Xiao Luhan,kapten tim soccer namja di SMA nya, namja yang 3
bulan lalu ia ungkapkan perasaannya tapi namja itu menolaknya.
Perawat Jung yang mendorong kursi roda Hayoung mendekatkan
Hayoung pada Luhan
“Annyeong Hayounga~” sapa Luhan lagi
“….An…nyeong..op..pa” balas Hayoung terbata
“oh, ada teman Hayoung, baiklah, Hayoung kutinggal yaa” ucap
perawat Jung
“eonni..” ucap Hayoung lirih sambil memegang lengan perawat
Jung
“nanti aku datang lagi” ucap perawat Jung tersenyum lembut
sambil melepaskan pegangan Hayoung dan keluar ruangan
Keheningan tercipta saat perawat Jung meninggalkan ruangan
“oppa duduklah” ucap Hayoung memecah keheningan
“geure” ucap Luhan sembari duduk
“this is for you, your favorite flower” ucap Luhan sambil
menyerahkan seikat bunga kesayangan Hayoung, bunga sepatu, Hayoungpun
menerimanya dengan heran dari mana Luhan bisa mendapatkan karangan bunga sepatu
“eomma yang membuatkan, kau taukan dibelakang rumahku banyak
bunga sepatu” ucap Luhan seperti mengetahui pikiran Hayoung
“oh, gomawo oppa” ujar Hayoung cepat
“Hayounga~, oppa datang kemari bukan hanya menjengukmu, oppa
ingin bicara denganmu” jelas Luhan
“waegeure oppa?” tanya Hayoung
“mianhae, dulu oppa menolak perasaanmu” ucap Luhan sambil
menatap teduh pada Hayoung
“Gwencana oppa, just cant we forget about it?” ucap Hayoung
lirih
“ani, itulah yang ingin oppa jelaskan, just listen to me”
ucap Luhan cepat
Hayoung hanya bisa pasrah, setelah penolakan Luhan dulu ia
telah berusaha melupakan Luhan dengan menghindari Luhan
“dulu saat kau menyatakan perasaanmu, aku menganggap kau itu
dongsaengku dan kita pun ada ditim utama soccer turnamen yang menjadi sorotan
utama sekolah. Tapi, saat kau menjauhiku, hatiku sakit, aku rindu semuanya dari
dirimu Hayounga~, bahkan orang tuaku selalu menanyakan tentang dirimu, dan aku
menyadari hanya padamulah aku bisa menjadi diriku sendiri. Melihatmu terluka
seperti ini membuat hatiku sakit, aku ingin melindungimu ”jelas Luhan panjang
lebar
Hayoung hanya mendengarkan Luhan dengan perasaan campur aduk
“saranghae Hayounga~” ucap Luhan yang sukes membuat jantung
Hayoung hamper copot karena terkejut
Luhan masih menatap Hayoung
“hmm.. oppa..” ucap Hayoung ragu
“maukah kau menjadi yeojachinguku Oh Hayoung” ucap Luhan
cepat sambil menggenggam tangan Hayoung
Hayoung menatap mata Luhan yang memancarkan ketulusan
“Oppa, mianhae, seandainya 3 bulan lalu kau berkata seperti
itu, aku mungkin akan sangat senang dan langsung bersedia…..tapi jujur oppa,
bukan bermaksud untuk membalasmu, tapi keadaanya saat ini aku telah melupakan
perasaanku pada oppa…mianhae” ucap Hayoung pelan sambil menarik tangannya dari
genggaman Luhan
Luhan menatap sendu Hayoung
“uhmm…geure, tapi bisakah kau memberiku kesempatan untuk
menumbuhkan perasaanmu lagi padaku ?” ucap Luhan serius
“uhmm, up to you, who knows the future” ucap Hayoung sambil
tersenyum
“gomawo Hayounga~”
Suasanapun telah mencair saat Luhan membawakan makanan yang
eommanya buat untuk Hayoung. Hayoungpun tersenyum karena keadaan mereka seperti
dulu lagi sebelum ungkapan perasaan Hayoung, mereka kembali seperti kakak dan
adik yang akrab
“Hayounga~, oppa bawa coklat kesukaanmu, apakah disini boleh
untuk memakan coklat” ucap Luhan pada Hayoung sambil mengangkat coklat
ditangannya
Hayoung tersenyum bahagia melihat coklat kesukaannya
“andwe, dirumah sakit tidak boleh makan coklat” ucap sehun
tiba-tiba, entah sejak kapan Sehun ada diruangan Hayoung
Hayoung dan Luhan menoleh pada Sehun dengan terkejut
“neo!” ucap Hayoung yang melihat Sehun yang dengan seenaknya
langsung duduk di sebelah Hayoung
“nugu?” tanya Luhan bingung
“oh, Annyeong Hyung, aku Oh Sehun, dan sekedar informasi
Hayoung tak boleh memakan coklat disini” ucap Sehun sambil mengambil coklat
dihadapannya dan memakannya
“YA! Kata siapa? Coklat itu milikku , kenapa kau makan,
EOH!” ucap Hayoung kesal melihat coklatnya dimakan Sehun
“kau tidak dengar, tadi kan aku yang mengatakan, berarti
kata ku” ucap Sehun santai sambil terus memakan coklatnya
Luhan hanya memandangi Hayoung dan Sehun yang sedang
bertengkar, ada sedikit rasa kesal dihatinya Hayoung berinteraksi dengan namja
lain, tapi saat melihat Sehun sepertinya Luhan mengenalnya.
“Sehun ssi?” tanya Luhan
“ne” ucap Sehun
“apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”
Sehunpun memandang Luhan, matanya sedikit membesar tapi
sedetik kemudian kembali normal
“…..I think not, haha… oh iya hyung, waktu besuk sudah mau
habis lho, udah sore lho” ucap Sehun sambil menunjuk ke arah jendela
“YA! Oh Sehun apa yang kau lakukan pada tamuku, seenaknya
saja kau bicara” ucap Hayoung cepat
“hey, aku kan baik mengingatkan, ya kan hyung” jawab Sehun
setelah menghabiskan coklatnya
“ne, sehun benar, oppa pulang dulu ya ” ucap Luhan
“oh, ne oppa, gomawo sudah menjengukku” ucap Hayoung
“ne, jebal pikirkan apa yang aku ucapkan tadi yaa” ucap
luhan sambil mengusap kepala Hayoung
Hayoung hanya tersenyum
“Annyeong” Luhanpun beranjak untuk pulnang
“Annyeong oppa” jawab Hayoung
Hayoungpun mengambil satu coklat yang ada dimeja agar tidak
dimakan Sehun, Sehunpun hanya terkekeh
Saat Luhan akan membuka pintu, ia berbalik memandang Sehun
lagi
“sepertinya aku familiar sekali dengannya” gumam Luhan, lalu
Luhanpun keluar kamar Hayoung
Hari-Hari Hayoung di rumah sakit selalu diramaikan oleh
Sehun sampai saat inipun Hayoung belajar menggunakan kruks (alat bantu jalan)
karena paksaan Sehun.
Hayoungpun sudah semakin mahir menggunakan kruks, saat ini
dia datang ketaman dengan usahanya sendiri menggunakan kruks tanpa bantuan
perawat Jung. Hayoungpun duduk dikursi taman.
“Hey, kau semakin mahir saja” ucap Sehun yang tiba-tiba
duduk disamping Hayoung sambil memberikan kotak susu coklat
“hey, gomawo” ucap Hayoung sambil menerima susu coklat
kesukaannya
“final turnamen masih tiga bulan lagi, jika kau sembuh dalam
beberapa minggu kedepan kau masih punya kesempatan untuk mengikutinya” ucap
sehun tiba-tiba, membuat Hayoung sedikit tersedak saat meminum susu
“apa yang kau bicarakan” ucap Hayoung sedikit tidak suka
“aku sudah tau ceritamu, jangan hanya karena cidera kau
meninggalkan mimpimu dan usaha kerasmu selama ini” ucap Sehun
“usaha ?mimpi? Kau salah sangka, aku memang bermain sepak
bola tapi hanya untuk hobi, sekarang saat aku rehat dari sepak bola aku lebih
senang karena waktuku bisa aku habiskan dengan bermanfaat untuk mempercantik
diriku” ucap Hayoung
“aku tak hanya asal bicara, tidak sembarang orang memiliki
reflek sepertimu saat kau menerima bola yang tak sengaja ku lemparkan waktu
pertama kali kita bertemu, itu cukup menunjukkan kerja kerasmu pada sepak bola,
kalau sepak bola bukan mimpimu kenapa kau setiap hari menghampiri halaman yang
menyediakan informasi kemajuan sepak bola wanita dunia? , kau hanya terlalu
coward untuk mengulangi dari awal usahamu karena cideramu, kau hanya takut
menerima kenyataan” ucap Sehun serius menatap Hayoung
Seperti tertancap belati dari ucapan Sehun, Hayoungpun tak
kuasa menahan air matanya dan mengalir bak air hujan
“aku tak pantas lagi bermain sepak bola, kekuatan kakiku
pasti tak akan sama lagi, aku sudah menyerah dengan sepak bola” ucap Hayoung
terisak
“Hayounga~,tak ada yang tak mungkin, just be brave and
believe in your self” ucap Sehun sambil menghapus air mata Hayoung
Hayoung merasa beban yang ada dipundaknya seperti terangkat
kala Sehun menghapus air matanya satu per satu
“Sehuna~, boleh aku tanya satu hal?” tanya Hayoung
Sehunpun mengangguk
“Kau selalu dirumah sakit ini, apakah kau sakit?” tanya
Hayoung
“ne ” ucap Sehun tanpa mengalihkan pandangannya pada Sehun
“Boleh kutau sakit apa?” tanya Hayoung
“Kau ingin tau, aku sakit apa?” ulang Sehun
Hayoungpun mengangguk
“nanti malam datanglah kekamarku
jam 2, aku akan memberitahumu” ucap Sehun lalu pergi meninggalkan Hayoung
Dikamar Hayoung hanya bingung dengan ucapan Sehun
“untuk apa dia menyuruhku kekamarnya jam 2 malam, padahal
aku hanya menanyakan dia sakit apa, haruskah aku datang, tapi jam 2 malam kana
da penjaga, aku tak usah datang ah……..tapi kalau dia menunggu
bagaimana…..Aaarrrghhh Oh Sehun kau selalu seenaknya” ucap Hayoung sendiri di
kamarnya
--
Pukul 02.00 KST
Hayoungpun memutuskan untuk menemui Sehun dikamarnya
Tok…tok..tok..
Sehunpun membukakan pintu dan menarik Hayoung masuk ke
kamarnya, suasana kamar yang gelap membuat Hayoung sedikit panik
“ssstt.. biasanya jam segini petugas berjaga lewat” ucap
sehun sambil menarik Hayoung ke ranjangnya
“hmmmm…sehuna, kalau kau tak mau memberitahuku juga tak
apa-apa” ucap hayoung lirih
“sstt…sstt… sebentar lagi akan mulai” ucap Sehun sambil
mengangkat smartphone nya
“ha? Mulai apa?” ucap Hayoung
“sstt..sstt.. pelankan suaramu, piala dunia lah” ucap sehun
sambil menutup kepala mereka dengan selimut
Keadaan saat ini Hayoung dan Sehun ada di ranjang Sehun
tertutup selimut untuk menutupi cahaya dari smarthphone
“piala dunia?” ucap Hayoung heran
“iya lah, kali ini Jerman vs Brazil, kau pasti tak ingin
ketinggalan, ini aja udah mulai” ucap Sehun tanpa mengalihkan matanya dari
smartphonenya
Hayoungpun ikut menonton, saat Jerman membobol gawang
Brazil, Hayoung berteriak, dengan reflek Sehunpun menutup mulut Hayoung
sehingga jarak mereka pun sangat dekat. Entah kenapa, tiba-tiba Hayoung merasa
jantungnya berdegup dengan kencang dan saat pandangan mereka bertemu Hayoung
merasa ada sengatan listrik yang menjalar padanya, mukanya panas, jika lampu
kamar Sehun dinyalakan pasti terlihat mukanya semerah kepiting rebus
Sehunpun dengan perlahan melepaskan tangannya dari mulut
Hayoung, terlihat Sehun juga sedikit terkejut.
“…sstt..sstt.. kau..tidak ingin ketauan kan, aku susah payah
meminjam smartphone ini dari Yong ahjussi, kau tau kan peraturan rumah sakit
pasien dilarang menggunakan hp” ucap Sehun sedikit terbata
“arraseo” ucap Hayoung lirih
Mereka kembali menonton pertandingan, tapi kali ini Hayoung
tidak memperhatikan pertandingan lagi karena ia sibuk memegangi dadanya takut Sehun mendengar degup jantungnya
karena jarak yang terlalu dekat ini
“Oh Hayoung, kau kenapa?” batin Hayoung
Hayoungpun sibuk mengurusi hatinya hingga ketiduran
diranjang Sehun
--
Keesokan harinya
Hayoung membuka matanya, seperti biasanya ia akan minum air
putih terlebih dahulu setelah bangun tidur, saat sedang minum ia tersedak
menyadari bahwa ia tidak ada dikamarnya
“uhuk…uhuk… omo, aku ketiduran dikamar Sehun, ottoke?” gumam
Hayoung panik
Terdengar suara air dari kamar mandi
“apakah itu sehun?” gumam Hayoung lagi
Hayoungpun memutuskan untuk berdiri, dia mengambil kruksnya
untuk membantunya berdiri, Hayoung melihat bantal di sofa
“Apakah semalam Sehun tidur disitu?” gumam Hayoung lagi
Hayoungpun tertarik dengan ribuan burung kertas yang menghiasi
kamar Sehun, well, burung kertas melambangkan doa cepat sembuh, jika sebanyak
ini pasti Sehun sangat popular, batin Hayoung. Banyak juga bingkisan disudut
ruangan yang sepertinya sama sekali belum pernah dibuka, tapi yang menarik
perhatian Hayoung adalah sebuah bola yang ada didekat ranjang dimana bola itu
penuh dengan coretan dan yang membuat Hayoung tertarik melihatnya ada coretan
tanda tangan pemain sepak bola favoritnya yaitu Park Ji Sung disampingnya juga
ada tanda tangan Evra, Rooney, Christiano Ronaldo. Hayoungpun memegangnya
“apakah ini semua asli?” ucapnya
“tentu” jawab Sehun tiba-tiba, Hayoungpun terlonjak kaget
“AAAaaa” teriak Hayoung
“YA! Bisakah kau tidak berteriak sehari saja” ucap Sehun
menutup telinganya
“Kau Oh Sehun, bisakah juga kau tidak mengagetkan orang”
teriak Hayoung
Sehunpun hanya tersenyum
“keren kan bola itu” ucap Sehun menunjuk bola yang ada
ditangan Hayoung
“oh… ani…aku hanya tadi tak sengaja memegangnya” ucap
Hayoung sambil meletakkan bola kembali ketempatnya
“a…ku kem..bali kekamarku, annyeong” ucap Hayoung terbata
lalu keluar kamar Sehun
Sehunpun tersenyum memandang bolanya
“kau tidak boleh menyerah Hayounga~” gumam Sehun
Hayoungpun kembali ke kamarnya
“omo, dia mempunyai tanda tangan kapten Park, huaa daebak”
oceh Hayoung
Hayoungpun menuju kamar mandi
“OMO! Omo omo” teriak Hayoung saat melihat cermin
“sedari tadi Sehun melihatku berantakan seperti ini, OMO…”
ucap Hayoung panik sambil membereskan rambutnya yang berantakan
“Hayoung pabo pabo pabo, hey, aku kenapa? , setiap bersama
Sehun hatiku selalu berdegup kencang apalagi semalam ” ucap hayong memegang
kedua pipinya sambil membayangkan kejadian semalam dikamar Sehun.
“am I like him?” ucap Hayoung pada dirinya sendiri
--
Hari ini gibs Hayoung dilepas, sudah 3 hari Hayoung tidak
melihat Sehun, hatinya merindukannya, ia ingin mengunjungi Sehun tapi padatnya
latihannya sebelum melepaskan gibs membuatnya tak bisa kemana mana
“Kau pasti bahagia, gibsmu dilepas, sebentar lagi kau akan
sembuh total” ucap perawat Jung
Hayoung hanya tersenyum lirih
“tumben diam, kau merindukan namjachingumu?” tanya perawat
Jung
Hayoungpun membulatkan matanya
“kunjungilah dia, dia sangat membutuhkan dirimu disisinya”
ucap perawat Jung
“maksud eonni?” tanya Hayoung heran
Tok..tok..tok..
“masuk” ucap Hayoung gembira, pasti Sehun
“Hayoung Annyeong” ucap Luhan setelah membuka pintu
Hayoung sedikit kecewa
“Ah..Annyeong oppa” ucap Hayoung
“aku akan kembali nanti ya” ucap perawat Jung lalu keluar
kamar
“gwencana?” tanya Luhan menunjuk kaki kanan Hayoung
Hayoungpun tersenyum dan mengangguk
“kau sudah bisa berjalan ?” tanya Luhan khawatir
“tidak tanpa kruks, masih sedikit sakit” ucap Hayoung
“kapan kau akan keluar rumah sakit? Aku akan membantumu”
tanya Luhan
“3 hari lagi mungkin” ucap Hayoung
“aku tak ingin keluar dari rumah sakit ini, aku tak ingin
jauh dari Sehun” batin Hayoung
“hey” panggil Luhan menyadarkan hayoung
“ah..”
“Hayounga~, aku ingin bertanya” ucap Luhan
“wae oppa?” tanya Hayoung
“Oh Sehun, temanmu yang waktu itu murid SMA Jeguk kah?”
tanya Luhan
“Eh? Molla oppa, nan mollayo, wae?” tanya Hayoung heran
“Bukankah dia Oh Sehun dari SMA Jeguk yang cemerlang
karirnya sebagai striker dan top scorer pada turnamen tahunan pada tahun 2013,
bahkan rekor goalnya belum bisa kukalahkan, tapi saat final dia tak bisa
melanjutkan pertandingan karena collapse, penyakit leukimianya memasuki stadium
akut” jelas Luhan panjang lebar
“mworago?” ucap Hayoung tak percaya, hatinya bagai dihunus
pedang, sesak.
“op..pa..sa..salah..ora..ng..mung..kin..” ucap Hayoung terbata,
matanya mulai berair
“oppa juga pertamanya tak percaya, saat bertemu waktu itu,
ia terlihat sangat segar, tapi lihatlah” ucap Luhan sambil memberikan
smartphonenya pada Hayoung
Cuplikan final turnamen soccer SMA tahun 2013, Hayoungpun
melihat Sehun menggunakan seragam sepak bola berwarna biru dan menempati posisi
striker, ia terlihat pucat tapi ia selalu tersenyum dan berusaha sekuat tenaga mengejar
bola tapi saat pertandingan memasuki menit ke 38 tiba-tiba Sehun terjatuh dan
tak sadarkan diri, para kru kesehatanpun mendatanginya dan segera mengangkutnya
keluar lapangan
Tubuh Hayoungpun bergetar, air matanya tak bisa terbendung
lagi, ia menangis keras. Luhanpun segera memeluknya, ia tahu Sehun pastilah
istimewa bagi Hayoung.
“OPPA IGE KOJIMAL, I DON’T BELIEVE IT, URI SEHUN GWENCANA!”
isak Hayoung dipelukan Hayoung
Hayoung pun segera menuju kamar Sehun tapi saat sampai
Hayoung hanya mendapati kasur kosong tak ada Sehun
Hayoungpun keluar menuju pantry, hanya ada Gyu haraboji yang
sedang meminum kopinya
“Annyeong..hiks.. haraboji..hiks” ucap Hayoung terisak
“Hayounga~” ucap gyu haraboji kaget
“Haraboji…hiks…haraboji…tau..dimana…Sehun?” isak Hayoung
Haraboji langsung menarik Hayoung dan berjalan keluar pantry
Hayoung dan gyu Haraboji sampai diruangan yang bertuliskan
ICU
“Haraboji wae, kenapa membawaku kemari?” ucap Hayoung lirih
“Sehun ada didalam” jawab Haraboji
“Kojimal” Hayoung tak kuasa menahan air matanya
Pintu pun terbuka seorang anak kecil keluar dari ruangan
“Hayoung noona?” ucap anak itu menghampiri Hayoung
Anak itu membawa Hayoung masuk, Hayoung hanya pasrah
Hayoung bisa melihat Sehun tertidur diruang yang penuh
dengan alat-alat. Hayoung melihat Sehun dari balik kaca, Hayoung menangis tanpa
suara
Hayoung dan anak itu duduk diruangan yang ada didepan
ruangan Sehun, Sehingga Sehun yang ada didalam dapat terlihat
“Hayoung noona memang cantik seperti yang hyung katakan”
ucap anak itu
Hayoungpun menoleh pada anak itu
“aku Oh Seho, Sehun hyung dongsaeng. Sehun hyung selalu
bercerita semua tentang noona, hebatnya noona dalam sepak bola, cantiknya noona
saat bangun tidur, sukanya noona pada bunga sepatu dan coklat, serta banyak
lagi. Hyung menyukai noona sejak pertama kali melihat noonaditaman ” ucap Seho
berkaca-kaca
Hayoung terisak semakin keras, ia ingin memeluk Sehun
sekarang juga
“Hyung telah koma selama 3 hari, aku ingat hyung pernah
berkata dia tidak ingin noona putus asa
dengan sepak bola, Hyungku sejak awal telah divonis umurnya tidak akan lama
karena leukimia, tapi kecintaannya pada sepak bola tidak membuatnya berhenti.
Aku bangga dengan hyungku, jadi noona jangan menyerah ya” ucap Seho yang
akhirnya meneteskan air matanya
“boleh..kah..aku..menemui…Sehun” ucap hayoung lirih
Setelah menggunakan pakaian steril, Hayoung diperbolehkan
masuk
Hayoung memandang Sehun dan duduk disampingnya. Hayoung
menggenggam tangan Sehun
“Sehunaa~ irona, ppali irona, nan jeongmal bogoshipo, neo
anbogoshipo?” pertahanan Hayoung runtuh, iapun menangis dengan menggenggam
tangan Sehun
Hayoungpun mendekatkan dirinya pada Sehun dan berbisik
“Saranghae Oh Sehun”
Sudut mata Sehun yang terpejam mengeluarkan setetes air mata
--
2 hari berlalu
Hayoung pun sudah boleh keluar rumah sakit sehari lebih
cepat. Hayoungpun duduk dibangku taman, memandangi hamparan bunga sepatu
“hey” panggil seseorang
“Sehuna~” Hayoung tertegun
“kau pulang lebih awal, yah kau mengalahkan aku, kau keluar
rumah sakit duluan ya” ucap Sehun sambil duduk disamping Hayoung
“Kenapa kau disini? Kau seharusnya didalam ruangan, kau
harus istirahat” ucap Hayoung menahan air matanya
“Hei, aku lelah didalam terus, aku ingin menghirup udara
segar” ucap Sehun sambil memejamkan matanya
“dia semakin kurus” batin Hayoung
“Sehuna~”panggil Hayoung
“hmmm” ucap Sehun
“dia semakin pucat” batin Hayoung
“bogoshipo” ucap Hayoung dengan air mata membanjiri matanya
Sehunpun membuka matanya dan menatap Hayoung
“nado” ucap Sehun tersenyum
“dia tak berisik lagi”batin Hayoung
“aku memiliki hadiah untukmu” ucap Sehun sambil memberikan
bola dengan tanda tangan park jisung dll
“igo?” tanya Hayoung
“tapi ada syaratnya, kau tak boleh menyerah dengan sepak
bola, kau harus berdiri difinal turnamen sampai akhir, don’t be like me” ucap
Sehun sambil meneteskan air mata
Hayoungpun yang terisak mengangguk sambil menatap Sehun
“Can I hug you” ucap Sehun sambil tersenyum, Hayoungpun
mengangguk
Sehun mulai merengkuh Hayoung dalam pelukannya, Hayoung pun
tak kuasa menahan air matanya, ia terisak tak henti-hentinya, begitupula Sehun,
menangis dalam diam
Sehunpun melonggarkan dekapannya dan menghadap Hayoung
“Oh Hayoung, Saranghae” ucapnya sambil tersenyum pada
Hayoung dan mendekatkan diri, Sehunpun mencium kening Hayoung
“nado” jawab Hayoung. Merekapun kembali berpelukan
Tiba-tiba bola yang dibawa Sehun jatuh ketanah, Hayoung pun
merasa Sehun juga melemah
“Sehuna~”
“Sehuna~”
“irona”
“Sehuna~”
Hayoung hanya mampu terisak karena tak ada jawaban dari
Sehun
--
3 bulan kemudian
Sorak sorai suara supporter memenuhi tiap sudut Jamsil Stadium,
hari ini adalah final turnamen soccer putri nasional SMA Hanguk vs SMA Miguk.
Hayoung dan timnya memasuki lapangan,
“ini lah pemandangan yang waktu itu kau saksikan Sehuna~,
akhirnya aku mampu menyaksikannya, aku akan memenangkan pertandingan ini
untukmu” batin Hayoung sambil memandangi ribuan supporter yang memenuhi stadium
Pertandingan pun dimulai dan hasilnya tim Hayoung yang
memenangkan pertandingan, Hayoung menyumbangkan hatrik untuk timnya.
Hayoung menerima penyerahan piala selaku kapten tim. Hayoung
pun mencium piala tersebut “its for you, Sehuna~” batin Hayoung
Semua anggota pun merayakan kemenangan bersama Hayoung, dari
seat penonton Hayoung melambaikan tangan pada Luhan yang memberikan acungan
jempol, disamping Luhan juga ada Seho yang memberikan
kedua acungan jempolnya pada Hayoung dan berteriak “ Hayoung noona JJANG”.
Hayoungpun tersenyum dan memandang ke atas
“Sehuna, Saranghae~”
-the end-

