Rabu, 09 Juli 2014

To You For You (FF ONESHOOT)




Tittle : to you, for you
Cast :
Oh Hayoung
Oh Sehun
Xiao Luhan

At Jungguk international Hospital
Hujan rintik-rintik membasahi seoul membawa awan redup menghalangi perjalanan sang surya. Seorang gadis duduk termenung di kamar rumah sakit, walaupun ruangan yang luas dengan interior mewah khas kelas VVIP, rumah sakit tetaplah rumah sakit. Seperti itulah yang dirasakan gadis yang bernama Oh Hayoung, sudah seminggu ia dirawat dirumah sakit karena cidera kaki yang dideritanya saat bertanding pada turnamen sepak bola antar SMA se Korea Selatan.
“Hayoungaa~” seru jiyoon, gayoon dan jihyun membuka ruangan hayoung
Hayoung pun berbalik dari jendela dan menoleh kearah datangnya suara dan tersenyum
“Hayoungaa~ gwenchana?” tanya Jiyoon khawatir melihat gips dikaki Hayoung
“ne” jawab Hayoung
“taengiya, kami satu tim sangat mengkhawatirkan keadaanmu” ucap Jihyun
“bagaimana dengan tim?” tanya Hayoung
“Kau tenang saja, turnamen baru dimulai, kami akan berusaha untukmu” ucap gayoon
“mian aku tak bisa ikut” ucap Hayoung lemah sambil memandang kakinya
“kokjongma, kau striker yang terhebat, kami akan menunggumu” ucap jihyun
“posisimu saat ini digantikan oleh Gayoon, dia kemarin menyumbangkan hatrik untuk tim kita, kita pasti bisa menang” ucap Jiyoon sambil merangkul Gayoon
“Aniya, itu berkat kerja keras tim kita” ucap gayoon malu-malu
“Ani, kau lah yang mencetak untuk menyelamatkan tim kita dari SMA Byunghun yang mana rival berat SMA kita” ucap Jihyun
“SMA Byunghun telah kita lewati, jalan menuju final akan lebih mudah bagi SMA kita” tambah Jiyoon
Tanpa mereka bertiga sadari Hayoung mengepalkan tangannya dibalik selimut, Hayoung pun tersenyum awkward
“Hayounga~, deo jjinja gwencana?” tanya jihyun
“ne” Hayoung tersenyum simpul
“Oh iya, kami harus pergi dulu ya, karena sepertinya hujan telah reda, pelatih meminta kami berkumpul jam 2 siang ini, beliau juga menitipkan salam untukmu, get well soon uri striker, kami menunggumu kembali kelapangan” ucap Jiyoon

Setelah ketiga teman Hayoung pergi, Hayoung kembali menatap jendela
“kalian datang hanya untuk memamerkan bahwa kalian baik-baik saja tanpa aku kan. Mulai saat ini aku tidak akan melakukan sepak bola lagi” gumam Hayoung sambil memegang dadanya yang sesak
“Hayounga~, setelah ini kita akan berlatih jalan menggunakan kruks yaa” ucap perawat jung, yang memang selalu merawatku
“Sireo, kakiku masih sakit, kan masih bisa menggunakan kursi roda” ucap Hayoung manja
“deo wae? Kan ingin cepat sembuhkan, latihan akan membuat kakimu membaik” ucap perawat Jung membujuk Hayoung
“sireo, aku tidak ingin cepat sembuh, aku ingin lama disini, lagian appa eomma masih di jepang” ucap Hayoung
“Hayounga~, jika kau sembuh kau akan bisa bermain sepak bola lagi” ucap perawat Jung
“who said I want to play soccer again” kali ini hayoung meraih kursi rodanya
“aku ingin berjalan-jalan dulu” ucapnya setelah duduk dikursi roda dengan bantuan perawat Jung
“haah, kau ini, kau pemain sepak bola wanita yang terhebat dikota ini bagiku, tahun lalu tendangan pinaltymulah yang menentukan kemenangan SMA mu kan, I always watching your match babe” ucap perawat jung sambil mendorong kursi roda Hayoung menuju taman
“itu dulu perawat jung, sekarang beda, aku tidak ingin bermain sepak bola lagi, sepak bola membuat aku tidak pernah mendapat pacar” ucap Hayoung asal
“neon Jinjja” ucap perawat jung heran terhadap pasiennya yang satu ini
“bisakah kau tinggalkan aku sendirian, aku ingin sendirian” tanya Hayoung setelah sampai ditaman
“geure, nanti jam 3 aku kembali lagi, arrachi?” ucap perawat Jung
“ne” Hayoungpun mengangguk
Sepeninggal perawat Jung Hayoung mengarahkan kursi rodanya mendekat pada kumpulan tanaman yang memiliki nama ilmiah Hibiscus rosasinensis yang memang bunga kesayangan Hayoung. Ya, bunga sepatu
“Hai bunga, tetaplah cantik jangan sampai kau layu dan tak berguna karena kau akan ditinggalkan begitu saja” ucap Hayoung sedih sambil menatap bunga-bunga yang ada didepannya
Tiba-tiba
“AWAaaassss” ucap seseorang
Hayoung melihat ada bola yang mengarah padanya, dengan cepat Hayoung menerima bola itu dengan pundak kanannya dan mempass ke kaki kirinya yang tidak di gips dan mempass lagi untuk  menangkapnya dengan kedua tangannya
“woahhh” ucap seseorang
“neo miceoso?, jika terkena seseorang dan membuat luka bagaimana ” ucap Hayoung ketus pada seseorang itu yang ternyata seorang namja
“reflekmu bagus, apakah kau pemain sepak bola?” ucap namja itu, mengabaikan ucapan Hayoung
“ani” ucap Hayoung dan melemparkan bola yang ia pegang pada namja itu
“wait, kau pasti siswi SMA Hanguk kan” ucap namja itu sambil menghentikan kursi roda Hayoung karena Hayoung akan berbalik dan pergi
“darimana kau tau?” ucap Hayoung memandang tajam pada namja itu
“well, reflekmu tadi sungguh tidak biasa, hanya orang yang berlatih sepak bola lah yang bisa dan dikota ini ada 4 SMA yang ada tim sepak bola wanitanya, dan dari ke 4 SMA itu SMA Hanguklah yang terdekat  ” ucap namja itu panjang lebar
“well, I don’t care” ucap Hayoung tajam
“annyeong, joneun Oh Sehun” ucap namja itu memperkenalkan diri
“I said I don’t care” ucap Hayoung lagi
“wait, are you  not bored here?” ucap Sehun
“hey….hey….apa yang kau lakukan” ucap Hayoung saat Sehun menarik kursi rodanya berlawanan arah dengan kamarnya
“aku akan membawamu ketempat yang asyik dan penuh makanan enak” ucap sehun disela-sela perjalanan
“hey, tapi kita tak boleh keluar rumah sakit” ucap hayoung pasrah
“siapa bilang keluar rumah sakit?” ucap Sehun

Sehun dan Hayoung pun sampai di pantry yang biasa digunakan para officeboy, tapi disana terlihat banyak manula yang berkumpul
“Annyeong yeorobeun” ucap Sehun saat memasuki pantry
“Annyeong Sehunaa” ucap haraboji haemoni yang ada diruangan
“hey, kenapa kau bawa aku kemari” bisik Hayoung pada Sehun
“kulihat kau sedang bosan, aku membantumu bersenang-senang” ucap sehun santai
Sehunpun membuka lemari pendingin dan mengambilkan ice cream vanilla dan coklat kearah hayoung
“vanilla atau coklat?” tanya Sehun
“kita kan tidak boleh makan ice cream” ucap Hayoung panic
“yasudah kalau tidak mau” ucap Sehun
“COKLAT” ucap Hayoung cepat, karena memang dia rindu sekali dengan makanan kesukaannya itu
Sehunpun tersenyum dan memberikan Hayoung ice cream coklat
“Hey bocah, tumben kau kemari membawa yeojachingumu” ucap seorang Haraboji yang sedang bermain catur
Sehunpun hanya tersenyum, sedangkan Hayoung tersedak disela –sela aktifitasnya memakan ice cream
“yeojachingumu neomu yeppo, kau pintar” memilihnya, tambah haemoni yang ada disebelah Sehun
Sehunpun hanya tersenyum
“hey, katakanlah sesuatu, aku bukan yeojachingumu” bisik Hayoung pada Sehun
“katakan saja sendiri” jawab Sehun cuek
Salah satu Haemoni mendekati Hayoung
“Agashi, siapa namamu?” tanya Haemoni
“ehmm…joneun Oh Hayoung imnida haemoni” ucap Hayoung lembut awkward
“Oh Hayoung….” Gumam Sehun tersenyum
Sehunpun menjauh dari Hayoung dan haemoni mendekati haraboji yang sedang bermain catur
“kau sangat pantas dengan Sehun, walaupun anak ini kadang bandel tapi ia anak yang baik, Sehun selalu menghibur kami disini, Sehun pula lah yang mengajak kami berkumpul disini agar kami tidak bosan ” ucap Haemoni
“ani haemoni, aku dan sehun bukan seperti itu” ucap Hayoung ragu
“AH, kau ini tak usah malu, haemoni juga pernah muda, its okay to do it” goda haemoni pada Hayoung
Hayoungpun hanya menghela nafas berat
Tiba-tiba sekumpulan anak  menghampiri Hayoung
“eonni, jjinja Sehun oppa yeojachingu?” tanya salah satu anak permpuan dari kumpulan itu
“ani” jawab Hayoung cepat
“tuh kan, bukan, mana mungkin Sehun oppa memiliki yeojachingu yang jelek seperti ini” ucap anak perempuan yang lain
Hayoungpun membulatkan matanya “mworago?”
“sebaiknya eonni tak usah berharap menjadi yeojachingu Sehun oppa, Sehun oppa dekko” ucap salah satu anak perempuan
“neo jinjja” ucap Hayoung speechless
“ani, noona ini jinjja yeppeun kok” ucap seorang bocah laki-laki yang tersenyum pada Hayoung
Hayoungpun tersenyum pada anak laki-laki itu dan mengusap rambut anak itu
“gomawoyo” ucap Hayoung
“Hyunwoo yaa~ tapi noona ini punya hyung” ucap Sehun tiba-tiba
“neon” Hayoung menatap tajam Sehun, Sehun hanya terkekeh
“anak-anak, kenalkan namanya OH hayoung” ucap Sehun pada anak-anak
“Annyeong Hayoung noona/eonni ” ucap anak-anak patuh pada Sehun
“Annyeong” ucap Hayoung tersenyum, tapi terlihat anak-anak perempuan menatapnya tajam
“hey, oppa punya crayon, siapa mau menggambar dikaki Hayoung eonni?” ucap Sehun sambil mengangkat crayon yang ada ditangannya
“mworago?” ucap Hayoung sambil membulatkan matanya
Anak-anak pun mulai menggambar di gibs kaki Hayoung, haemoni dan haraboji tersenyum melihatnya, suasana menjadi riuh tanpa Hayoung bisa protes
Hayoungpun sesekali tertawa karena lelucon Gyu Haraboji yang memang sangat ahli membuat lelucon, Hayoungpun menyadari ada suatu sudut dirumah sakit yang begitu hangat dan akrab
Tak sadar hayoung pun memandang Sehun yang tertawa disamping Haraboji, aneh kenapa tiba-tiba Oh Sehun hadir dalam lingkunganku?
“waktunya kembali keruanganmu” ucap Sehun tiba-tiba, membuyarkan lamunan Hayoung
Hayoungpun hanya mengangguk dan pergi setelah berpamitan pada haraboji, haemoni dan anak-anak.
Hayoungpun menunjukkan jalan menuju ruangannya
Setelah sampai ruangan Hayoung,
“Oh Hayoung ssi, kenapa kau tadi tidak ada ditempat” ucap perawat Jung cepat
“chosonghamnida, saya membawanya berkeliling tadi” ucap Sehun menjelaskan
“Oh geure, geure, its okay” ucap perawat Jung tersenyum pada Sehun
Hayoung pun hanya membulatkan matanya dengan perilaku perawat Jung
“Saya pamit dulu ” ucap Sehun pada perawat Jung
“besok aku datang lagi, sayang” ucap Sehun pada Hayoung yang dengan suksesnya membuat Hayoung membulatkan matanya
“mworago?” ucap Hayoung, Sehunpun langsung keluar
“Namjachingumu tampan juga Hayoungaa~” goda perawat Jung
“ani…he is not my boyfriend…no” ucap Hayoung tergagap
“tak usah malu, aku bisa jaga rahasia kok…waa sayang, sayang…” goda perawat Jung lagi
“eonni, ini tak seperti kelihatannya” ucap Hayoung pasrah
“sssttt… nanti dia sedih bila tau kau berkata seperti itu, jadi dia alasanmu meninggalkan soccer” ucap perawat Jung lagi sambil mengerlingkan matanya
“Aaarrgghhh” gumam Hayoung frustasi
“Hayounga~ sekarang waktunya kau istirahat” perawat Jung pun keluar
--
Hayoung pun termenung dikamarnya
Ia melihat gibs kakinya yang penuh dengan gambar danada tulisan dari sehun “ get well soooooooooon ^.^v” , hayounng pun tersenyum mengingat kejadian-kejadian tadi, ia bisa merasakan kehangatan dari orang-orang yang ditemuinya tadi.
“wait, kenapa anak itu bisa berkeliaran dengan bebasnya dirumah sakit ini? , dia menggunakan seragam pasien dan dia ada disini berarti dia juga sakit, tapi sakit apa ya? Dia terlihat sangat enerjik bahkan mengalahkan orang yang sehat sekalipun” gumam Hayoung
“Hey Oh Hayoung, mengapa kau malah memikirkan namja aneh itu” ucap Hayoung sambil menutup kepalanya dengan selimut.
--
Keesokan harinya
Hayoung kembali dari ruang ceck-up dan masuk keruangan kamarnya, dilihatnya ada namja dikamarnya
“Annyeong” sapa namja itu
Hayoung hanya bisa membeku melihat namja yang ada didepannya, dia Xiao Luhan,kapten tim soccer namja di SMA nya, namja yang 3 bulan lalu ia ungkapkan perasaannya tapi namja itu menolaknya.
Perawat Jung yang mendorong kursi roda Hayoung mendekatkan Hayoung pada Luhan
“Annyeong Hayounga~” sapa Luhan lagi
“….An…nyeong..op..pa” balas Hayoung terbata
“oh, ada teman Hayoung, baiklah, Hayoung kutinggal yaa” ucap perawat Jung
“eonni..” ucap Hayoung lirih sambil memegang lengan perawat Jung
“nanti aku datang lagi” ucap perawat Jung tersenyum lembut sambil melepaskan pegangan Hayoung dan keluar ruangan
Keheningan tercipta saat perawat Jung meninggalkan ruangan
“oppa duduklah” ucap Hayoung memecah keheningan
“geure” ucap Luhan sembari duduk
“this is for you, your favorite flower” ucap Luhan sambil menyerahkan seikat bunga kesayangan Hayoung, bunga sepatu, Hayoungpun menerimanya dengan heran dari mana Luhan bisa mendapatkan karangan bunga sepatu
“eomma yang membuatkan, kau taukan dibelakang rumahku banyak bunga sepatu” ucap Luhan seperti mengetahui pikiran Hayoung
“oh, gomawo oppa” ujar Hayoung cepat
“Hayounga~, oppa datang kemari bukan hanya menjengukmu, oppa ingin bicara denganmu” jelas Luhan
“waegeure oppa?” tanya Hayoung
“mianhae, dulu oppa menolak perasaanmu” ucap Luhan sambil menatap teduh pada Hayoung
“Gwencana oppa, just cant we forget about it?” ucap Hayoung lirih
“ani, itulah yang ingin oppa jelaskan, just listen to me” ucap Luhan cepat
Hayoung hanya bisa pasrah, setelah penolakan Luhan dulu ia telah berusaha melupakan Luhan dengan menghindari Luhan
“dulu saat kau menyatakan perasaanmu, aku menganggap kau itu dongsaengku dan kita pun ada ditim utama soccer turnamen yang menjadi sorotan utama sekolah. Tapi, saat kau menjauhiku, hatiku sakit, aku rindu semuanya dari dirimu Hayounga~, bahkan orang tuaku selalu menanyakan tentang dirimu, dan aku menyadari hanya padamulah aku bisa menjadi diriku sendiri. Melihatmu terluka seperti ini membuat hatiku sakit, aku ingin melindungimu ”jelas Luhan panjang lebar
Hayoung hanya mendengarkan Luhan dengan perasaan campur aduk
“saranghae Hayounga~” ucap Luhan yang sukes membuat jantung Hayoung hamper copot karena terkejut
Luhan masih menatap Hayoung
“hmm.. oppa..” ucap Hayoung ragu
“maukah kau menjadi yeojachinguku Oh Hayoung” ucap Luhan cepat sambil menggenggam tangan Hayoung
Hayoung menatap mata Luhan yang memancarkan ketulusan
“Oppa, mianhae, seandainya 3 bulan lalu kau berkata seperti itu, aku mungkin akan sangat senang dan langsung bersedia…..tapi jujur oppa, bukan bermaksud untuk membalasmu, tapi keadaanya saat ini aku telah melupakan perasaanku pada oppa…mianhae” ucap Hayoung pelan sambil menarik tangannya dari genggaman Luhan
Luhan menatap sendu Hayoung
“uhmm…geure, tapi bisakah kau memberiku kesempatan untuk menumbuhkan perasaanmu lagi padaku ?” ucap Luhan serius
“uhmm, up to you, who knows the future” ucap Hayoung sambil tersenyum
“gomawo Hayounga~”
Suasanapun telah mencair saat Luhan membawakan makanan yang eommanya buat untuk Hayoung. Hayoungpun tersenyum karena keadaan mereka seperti dulu lagi sebelum ungkapan perasaan Hayoung, mereka kembali seperti kakak dan adik yang akrab
“Hayounga~, oppa bawa coklat kesukaanmu, apakah disini boleh untuk memakan coklat” ucap Luhan pada Hayoung sambil mengangkat coklat ditangannya
Hayoung tersenyum bahagia melihat coklat kesukaannya
“andwe, dirumah sakit tidak boleh makan coklat” ucap sehun tiba-tiba, entah sejak kapan Sehun ada diruangan Hayoung
Hayoung dan Luhan menoleh pada Sehun dengan terkejut
“neo!” ucap Hayoung yang melihat Sehun yang dengan seenaknya langsung duduk di sebelah Hayoung
“nugu?” tanya Luhan bingung
“oh, Annyeong Hyung, aku Oh Sehun, dan sekedar informasi Hayoung tak boleh memakan coklat disini” ucap Sehun sambil mengambil coklat dihadapannya dan memakannya
“YA! Kata siapa? Coklat itu milikku , kenapa kau makan, EOH!” ucap Hayoung kesal melihat coklatnya dimakan Sehun
“kau tidak dengar, tadi kan aku yang mengatakan, berarti kata ku” ucap Sehun santai sambil terus memakan coklatnya
Luhan hanya memandangi Hayoung dan Sehun yang sedang bertengkar, ada sedikit rasa kesal dihatinya Hayoung berinteraksi dengan namja lain, tapi saat melihat Sehun sepertinya Luhan mengenalnya.
“Sehun ssi?” tanya Luhan
“ne” ucap Sehun
“apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”
Sehunpun memandang Luhan, matanya sedikit membesar tapi sedetik kemudian kembali normal
“…..I think not, haha… oh iya hyung, waktu besuk sudah mau habis lho, udah sore lho” ucap Sehun sambil menunjuk ke arah jendela
“YA! Oh Sehun apa yang kau lakukan pada tamuku, seenaknya saja kau bicara” ucap Hayoung cepat
“hey, aku kan baik mengingatkan, ya kan hyung” jawab Sehun setelah menghabiskan coklatnya
“ne, sehun benar, oppa pulang dulu ya ” ucap Luhan
“oh, ne oppa, gomawo sudah menjengukku” ucap Hayoung
“ne, jebal pikirkan apa yang aku ucapkan tadi yaa” ucap luhan sambil mengusap kepala Hayoung
Hayoung hanya tersenyum
“Annyeong” Luhanpun beranjak untuk pulnang
“Annyeong oppa” jawab Hayoung
Hayoungpun mengambil satu coklat yang ada dimeja agar tidak dimakan Sehun, Sehunpun hanya terkekeh
Saat Luhan akan membuka pintu, ia berbalik memandang Sehun lagi
“sepertinya aku familiar sekali dengannya” gumam Luhan, lalu Luhanpun keluar kamar Hayoung
Hari-Hari Hayoung di rumah sakit selalu diramaikan oleh Sehun sampai saat inipun Hayoung belajar menggunakan kruks (alat bantu jalan) karena paksaan Sehun.
Hayoungpun sudah semakin mahir menggunakan kruks, saat ini dia datang ketaman dengan usahanya sendiri menggunakan kruks tanpa bantuan perawat Jung. Hayoungpun duduk dikursi taman.
“Hey, kau semakin mahir saja” ucap Sehun yang tiba-tiba duduk disamping Hayoung sambil memberikan kotak susu coklat
“hey, gomawo” ucap Hayoung sambil menerima susu coklat kesukaannya
“final turnamen masih tiga bulan lagi, jika kau sembuh dalam beberapa minggu kedepan kau masih punya kesempatan untuk mengikutinya” ucap sehun tiba-tiba, membuat Hayoung sedikit tersedak saat meminum susu
“apa yang kau bicarakan” ucap Hayoung sedikit tidak suka
“aku sudah tau ceritamu, jangan hanya karena cidera kau meninggalkan mimpimu dan usaha kerasmu selama ini” ucap Sehun
“usaha ?mimpi? Kau salah sangka, aku memang bermain sepak bola tapi hanya untuk hobi, sekarang saat aku rehat dari sepak bola aku lebih senang karena waktuku bisa aku habiskan dengan bermanfaat untuk mempercantik diriku” ucap Hayoung
“aku tak hanya asal bicara, tidak sembarang orang memiliki reflek sepertimu saat kau menerima bola yang tak sengaja ku lemparkan waktu pertama kali kita bertemu, itu cukup menunjukkan kerja kerasmu pada sepak bola, kalau sepak bola bukan mimpimu kenapa kau setiap hari menghampiri halaman yang menyediakan informasi kemajuan sepak bola wanita dunia? , kau hanya terlalu coward untuk mengulangi dari awal usahamu karena cideramu, kau hanya takut menerima kenyataan” ucap Sehun serius menatap Hayoung
Seperti tertancap belati dari ucapan Sehun, Hayoungpun tak kuasa menahan air matanya dan mengalir bak air hujan
“aku tak pantas lagi bermain sepak bola, kekuatan kakiku pasti tak akan sama lagi, aku sudah menyerah dengan sepak bola” ucap Hayoung terisak
“Hayounga~,tak ada yang tak mungkin, just be brave and believe in your self” ucap Sehun sambil menghapus air mata Hayoung
Hayoung merasa beban yang ada dipundaknya seperti terangkat kala Sehun menghapus air matanya satu per satu
“Sehuna~, boleh aku tanya satu hal?” tanya Hayoung
Sehunpun mengangguk
“Kau selalu dirumah sakit ini, apakah kau sakit?” tanya Hayoung
“ne ” ucap Sehun tanpa mengalihkan pandangannya pada Sehun
“Boleh kutau sakit apa?” tanya Hayoung
“Kau ingin tau, aku sakit apa?” ulang Sehun
Hayoungpun mengangguk
“nanti malam datanglah kekamarku jam 2, aku akan memberitahumu” ucap Sehun lalu pergi meninggalkan Hayoung
Dikamar Hayoung hanya bingung dengan ucapan Sehun
“untuk apa dia menyuruhku kekamarnya jam 2 malam, padahal aku hanya menanyakan dia sakit apa, haruskah aku datang, tapi jam 2 malam kana da penjaga, aku tak usah datang ah……..tapi kalau dia menunggu bagaimana…..Aaarrrghhh Oh Sehun kau selalu seenaknya” ucap Hayoung sendiri di kamarnya
--
Pukul 02.00 KST
Hayoungpun memutuskan untuk menemui Sehun dikamarnya
Tok…tok..tok..
Sehunpun membukakan pintu dan menarik Hayoung masuk ke kamarnya, suasana kamar yang gelap membuat Hayoung sedikit panik
“ssstt.. biasanya jam segini petugas berjaga lewat” ucap sehun sambil menarik Hayoung ke ranjangnya
“hmmmm…sehuna, kalau kau tak mau memberitahuku juga tak apa-apa” ucap hayoung lirih
“sstt…sstt… sebentar lagi akan mulai” ucap Sehun sambil mengangkat smartphone nya
“ha? Mulai apa?” ucap Hayoung
“sstt..sstt.. pelankan suaramu, piala dunia lah” ucap sehun sambil menutup kepala mereka dengan selimut
Keadaan saat ini Hayoung dan Sehun ada di ranjang Sehun tertutup selimut untuk menutupi cahaya dari smarthphone
“piala dunia?” ucap Hayoung heran
“iya lah, kali ini Jerman vs Brazil, kau pasti tak ingin ketinggalan, ini aja udah mulai” ucap Sehun tanpa mengalihkan matanya dari smartphonenya
Hayoungpun ikut menonton, saat Jerman membobol gawang Brazil, Hayoung berteriak, dengan reflek Sehunpun menutup mulut Hayoung sehingga jarak mereka pun sangat dekat. Entah kenapa, tiba-tiba Hayoung merasa jantungnya berdegup dengan kencang dan saat pandangan mereka bertemu Hayoung merasa ada sengatan listrik yang menjalar padanya, mukanya panas, jika lampu kamar Sehun dinyalakan pasti terlihat mukanya semerah kepiting rebus
Sehunpun dengan perlahan melepaskan tangannya dari mulut Hayoung, terlihat Sehun juga sedikit terkejut.
“…sstt..sstt.. kau..tidak ingin ketauan kan, aku susah payah meminjam smartphone ini dari Yong ahjussi, kau tau kan peraturan rumah sakit pasien dilarang menggunakan hp” ucap Sehun sedikit terbata
“arraseo” ucap Hayoung lirih
Mereka kembali menonton pertandingan, tapi kali ini Hayoung tidak memperhatikan pertandingan lagi karena ia sibuk memegangi  dadanya takut Sehun mendengar degup jantungnya karena jarak yang terlalu dekat ini
“Oh Hayoung, kau kenapa?” batin Hayoung
Hayoungpun sibuk mengurusi hatinya hingga ketiduran diranjang Sehun
--
Keesokan harinya
Hayoung membuka matanya, seperti biasanya ia akan minum air putih terlebih dahulu setelah bangun tidur, saat sedang minum ia tersedak menyadari bahwa ia tidak ada dikamarnya
“uhuk…uhuk… omo, aku ketiduran dikamar Sehun, ottoke?” gumam Hayoung panik
Terdengar suara air dari kamar mandi
“apakah itu sehun?” gumam Hayoung lagi
Hayoungpun memutuskan untuk berdiri, dia mengambil kruksnya untuk membantunya berdiri, Hayoung melihat bantal di sofa
“Apakah semalam Sehun tidur disitu?” gumam Hayoung lagi
Hayoungpun tertarik dengan ribuan burung kertas yang menghiasi kamar Sehun, well, burung kertas melambangkan doa cepat sembuh, jika sebanyak ini pasti Sehun sangat popular, batin Hayoung. Banyak juga bingkisan disudut ruangan yang sepertinya sama sekali belum pernah dibuka, tapi yang menarik perhatian Hayoung adalah sebuah bola yang ada didekat ranjang dimana bola itu penuh dengan coretan dan yang membuat Hayoung tertarik melihatnya ada coretan tanda tangan pemain sepak bola favoritnya yaitu Park Ji Sung disampingnya juga ada tanda tangan Evra, Rooney, Christiano Ronaldo. Hayoungpun memegangnya
“apakah ini semua asli?” ucapnya
“tentu” jawab Sehun tiba-tiba, Hayoungpun terlonjak kaget
“AAAaaa” teriak Hayoung
“YA! Bisakah kau tidak berteriak sehari saja” ucap Sehun menutup telinganya
“Kau Oh Sehun, bisakah juga kau tidak mengagetkan orang” teriak Hayoung
Sehunpun hanya tersenyum
“keren kan bola itu” ucap Sehun menunjuk bola yang ada ditangan Hayoung
“oh… ani…aku hanya tadi tak sengaja memegangnya” ucap Hayoung sambil meletakkan bola kembali ketempatnya
“a…ku kem..bali kekamarku, annyeong” ucap Hayoung terbata lalu keluar kamar Sehun
Sehunpun tersenyum memandang bolanya
“kau tidak boleh menyerah Hayounga~” gumam Sehun

Hayoungpun kembali ke kamarnya
“omo, dia mempunyai tanda tangan kapten Park, huaa daebak” oceh Hayoung
Hayoungpun menuju kamar mandi
“OMO! Omo omo” teriak Hayoung saat melihat cermin
“sedari tadi Sehun melihatku berantakan seperti ini, OMO…” ucap Hayoung panik sambil membereskan rambutnya yang berantakan
“Hayoung pabo pabo pabo, hey, aku kenapa? , setiap bersama Sehun hatiku selalu berdegup kencang apalagi semalam ” ucap hayong memegang kedua pipinya sambil membayangkan kejadian semalam dikamar Sehun.
“am I like him?” ucap Hayoung pada dirinya sendiri
--
Hari ini gibs Hayoung dilepas, sudah 3 hari Hayoung tidak melihat Sehun, hatinya merindukannya, ia ingin mengunjungi Sehun tapi padatnya latihannya sebelum melepaskan gibs membuatnya tak bisa kemana mana
“Kau pasti bahagia, gibsmu dilepas, sebentar lagi kau akan sembuh total” ucap perawat Jung
Hayoung hanya tersenyum lirih
“tumben diam, kau merindukan namjachingumu?” tanya perawat Jung
Hayoungpun membulatkan matanya
“kunjungilah dia, dia sangat membutuhkan dirimu disisinya” ucap perawat Jung
“maksud eonni?” tanya Hayoung heran
Tok..tok..tok..
“masuk” ucap Hayoung gembira, pasti Sehun
“Hayoung Annyeong” ucap Luhan setelah membuka pintu
Hayoung sedikit kecewa
“Ah..Annyeong oppa” ucap Hayoung
“aku akan kembali nanti ya” ucap perawat Jung lalu keluar kamar
“gwencana?” tanya Luhan menunjuk kaki kanan Hayoung
Hayoungpun tersenyum dan mengangguk
“kau sudah bisa berjalan ?” tanya Luhan khawatir
“tidak tanpa kruks, masih sedikit sakit” ucap Hayoung
“kapan kau akan keluar rumah sakit? Aku akan membantumu” tanya Luhan
“3 hari lagi mungkin” ucap Hayoung
“aku tak ingin keluar dari rumah sakit ini, aku tak ingin jauh dari Sehun” batin Hayoung
“hey” panggil Luhan menyadarkan hayoung
“ah..”
“Hayounga~, aku ingin bertanya” ucap Luhan
“wae oppa?” tanya Hayoung
“Oh Sehun, temanmu yang waktu itu murid SMA Jeguk kah?” tanya Luhan
“Eh? Molla oppa, nan mollayo, wae?” tanya Hayoung heran
“Bukankah dia Oh Sehun dari SMA Jeguk yang cemerlang karirnya sebagai striker dan top scorer pada turnamen tahunan pada tahun 2013, bahkan rekor goalnya belum bisa kukalahkan, tapi saat final dia tak bisa melanjutkan pertandingan karena collapse, penyakit leukimianya memasuki stadium akut” jelas Luhan panjang lebar
“mworago?” ucap Hayoung tak percaya, hatinya bagai dihunus pedang, sesak.
“op..pa..sa..salah..ora..ng..mung..kin..” ucap Hayoung terbata, matanya mulai berair
“oppa juga pertamanya tak percaya, saat bertemu waktu itu, ia terlihat sangat segar, tapi lihatlah” ucap Luhan sambil memberikan smartphonenya pada Hayoung
Cuplikan final turnamen soccer SMA tahun 2013, Hayoungpun melihat Sehun menggunakan seragam sepak bola berwarna biru dan menempati posisi striker, ia terlihat pucat tapi ia selalu tersenyum dan berusaha sekuat tenaga mengejar bola tapi saat pertandingan memasuki menit ke 38 tiba-tiba Sehun terjatuh dan tak sadarkan diri, para kru kesehatanpun mendatanginya dan segera mengangkutnya keluar lapangan
Tubuh Hayoungpun bergetar, air matanya tak bisa terbendung lagi, ia menangis keras. Luhanpun segera memeluknya, ia tahu Sehun pastilah istimewa bagi Hayoung.
“OPPA IGE KOJIMAL, I DON’T BELIEVE IT, URI SEHUN GWENCANA!” isak Hayoung dipelukan Hayoung

Hayoung pun segera menuju kamar Sehun tapi saat sampai Hayoung hanya mendapati kasur kosong tak ada Sehun
Hayoungpun keluar menuju pantry, hanya ada Gyu haraboji yang sedang meminum kopinya
“Annyeong..hiks.. haraboji..hiks” ucap Hayoung terisak
“Hayounga~” ucap gyu haraboji kaget
“Haraboji…hiks…haraboji…tau..dimana…Sehun?” isak Hayoung
Haraboji langsung menarik Hayoung dan berjalan keluar pantry
Hayoung dan gyu Haraboji sampai diruangan yang bertuliskan ICU
“Haraboji wae, kenapa membawaku kemari?” ucap Hayoung lirih
“Sehun ada didalam” jawab Haraboji
“Kojimal” Hayoung tak kuasa menahan air matanya
Pintu pun terbuka seorang anak kecil keluar dari ruangan
“Hayoung noona?” ucap anak itu menghampiri Hayoung
Anak itu membawa Hayoung masuk, Hayoung hanya pasrah
Hayoung bisa melihat Sehun tertidur diruang yang penuh dengan alat-alat. Hayoung melihat Sehun dari balik kaca, Hayoung menangis tanpa suara
Hayoung dan anak itu duduk diruangan yang ada didepan ruangan Sehun, Sehingga Sehun yang ada didalam dapat terlihat
“Hayoung noona memang cantik seperti yang hyung katakan” ucap anak itu
Hayoungpun menoleh pada anak itu
“aku Oh Seho, Sehun hyung dongsaeng. Sehun hyung selalu bercerita semua tentang noona, hebatnya noona dalam sepak bola, cantiknya noona saat bangun tidur, sukanya noona pada bunga sepatu dan coklat, serta banyak lagi. Hyung menyukai noona sejak pertama kali melihat noonaditaman ” ucap Seho berkaca-kaca
Hayoung terisak semakin keras, ia ingin memeluk Sehun sekarang juga
“Hyung telah koma selama 3 hari, aku ingat hyung pernah berkata dia tidak ingin noona  putus asa dengan sepak bola, Hyungku sejak awal telah divonis umurnya tidak akan lama karena leukimia, tapi kecintaannya pada sepak bola tidak membuatnya berhenti. Aku bangga dengan hyungku, jadi noona jangan menyerah ya” ucap Seho yang akhirnya meneteskan air matanya
“boleh..kah..aku..menemui…Sehun” ucap hayoung lirih
Setelah menggunakan pakaian steril, Hayoung diperbolehkan masuk
Hayoung memandang Sehun dan duduk disampingnya. Hayoung menggenggam tangan Sehun
“Sehunaa~ irona, ppali irona, nan jeongmal bogoshipo, neo anbogoshipo?” pertahanan Hayoung runtuh, iapun menangis dengan menggenggam tangan Sehun
Hayoungpun mendekatkan dirinya pada Sehun dan berbisik
“Saranghae Oh Sehun”
Sudut mata Sehun yang terpejam mengeluarkan setetes air mata
--
2 hari berlalu
Hayoung pun sudah boleh keluar rumah sakit sehari lebih cepat. Hayoungpun duduk dibangku taman, memandangi hamparan bunga sepatu
“hey” panggil seseorang
“Sehuna~” Hayoung tertegun
“kau pulang lebih awal, yah kau mengalahkan aku, kau keluar rumah sakit duluan ya” ucap Sehun sambil duduk disamping Hayoung
“Kenapa kau disini? Kau seharusnya didalam ruangan, kau harus istirahat” ucap Hayoung menahan air matanya
“Hei, aku lelah didalam terus, aku ingin menghirup udara segar” ucap Sehun sambil memejamkan matanya
“dia semakin kurus” batin Hayoung
“Sehuna~”panggil Hayoung
“hmmm” ucap Sehun
“dia semakin pucat” batin Hayoung
“bogoshipo” ucap Hayoung dengan air mata membanjiri matanya
Sehunpun membuka matanya dan menatap Hayoung
“nado” ucap Sehun tersenyum
“dia tak berisik lagi”batin Hayoung
“aku memiliki hadiah untukmu” ucap Sehun sambil memberikan bola dengan tanda tangan park jisung dll
“igo?” tanya Hayoung
“tapi ada syaratnya, kau tak boleh menyerah dengan sepak bola, kau harus berdiri difinal turnamen sampai akhir, don’t be like me” ucap Sehun sambil meneteskan air mata
Hayoungpun yang terisak mengangguk sambil menatap Sehun
“Can I hug you” ucap Sehun sambil tersenyum, Hayoungpun mengangguk
Sehun mulai merengkuh Hayoung dalam pelukannya, Hayoung pun tak kuasa menahan air matanya, ia terisak tak henti-hentinya, begitupula Sehun, menangis dalam diam
Sehunpun melonggarkan dekapannya dan menghadap Hayoung
“Oh Hayoung, Saranghae” ucapnya sambil tersenyum pada Hayoung dan mendekatkan diri, Sehunpun mencium kening Hayoung
“nado” jawab Hayoung. Merekapun kembali berpelukan
Tiba-tiba bola yang dibawa Sehun jatuh ketanah, Hayoung pun merasa Sehun juga melemah
“Sehuna~”
“Sehuna~”
“irona”
“Sehuna~”
Hayoung hanya mampu terisak karena tak ada jawaban dari Sehun
--
3 bulan kemudian
Sorak sorai suara supporter memenuhi tiap sudut Jamsil Stadium, hari ini adalah final turnamen soccer putri nasional SMA Hanguk vs SMA Miguk.
Hayoung dan timnya memasuki lapangan,
“ini lah pemandangan yang waktu itu kau saksikan Sehuna~, akhirnya aku mampu menyaksikannya, aku akan memenangkan pertandingan ini untukmu” batin Hayoung sambil memandangi ribuan supporter yang memenuhi stadium
Pertandingan pun dimulai dan hasilnya tim Hayoung yang memenangkan pertandingan, Hayoung menyumbangkan hatrik untuk timnya.
Hayoung menerima penyerahan piala selaku kapten tim. Hayoung pun mencium piala tersebut “its for you, Sehuna~” batin Hayoung
Semua anggota pun merayakan kemenangan bersama Hayoung, dari seat penonton Hayoung melambaikan tangan pada Luhan yang memberikan acungan jempol, disamping Luhan juga ada Seho yang memberikan kedua acungan jempolnya pada Hayoung dan berteriak “ Hayoung noona JJANG”. Hayoungpun tersenyum dan memandang ke atas
“Sehuna, Saranghae~”
-the end-

Selasa, 08 Juli 2014

Another story about us (Chapter 1)


Cast : 
Huang Zi Tao
Park Chorong
Oh Sehun
Oh Hayoung
Kim Jongin
Do Kyungsoo (gs)
Park Chanyeol
Im Nana
------------------------------------------------------------------

SMA Jungguk adalah salah satu SMA ternama dikorea selatan, berbagai prestasi telah ditorehkan dari siswa-siswi berbakatnya, tapi selain itu berbagai cerita juga terjadi di setiap sudutnya.  Di
 ruang osis
“annyeong yorobeun, good morning” sapa Tao si wakil ketua osis yang memang terkenal ramah dan baik.
“annyeong Tao ” jawab para staff osis yang merupakan teman-teman Tao.
Tapi hanya ada satu orang yang tidak menjawab bahkan tidak memandang kehadiran Tao, itu lah dia Park Chorong si ketua osis.
-Tao POV-
Selalu saja seperti ini, chorong tak pernah sekalipun menjawab sapaanku, padahal kurasa aku tak pernah punya salah padanya, aku selaku wakilnya selalu senantiasa mengerjakan pekerjaanku dengan baik.
Saat pertama kali aku dipilih menjadi wakil dari park chorong, aku merasa senang karena ketuaku sangat  cantik dan berkompeten, tapi saat mengenalnya dia malah menjauhiku dan berbicara padaku hanya untuk urusan osis saja, padahal aku hanya ingin berteman dengannya. Tapi, kenapa dia membenciku.
“ehem, Choronga~ apakah kau sudah sarapan?” tanyaku sambil mendekatinya
“oh kau sudah datang, tolong kau temui Nam Saem, ada yang ingin beliau bicarakan padaku, tapi aku harus mengurus email dari kepala yayasan, jadi kau gantikan aku menemui beliau, gomawo” ujar Chorong padaku tanpa mengalihkan pandangannya pada laptopnya
Aku kesal, tapi tak tau kenapa aku tak bisa membencinya, aku malah ingin mendekatinya, ingin tau seperti apakah sebenarnya dia.
“hemmm, baiklah…ini kubawakan susu strawberry untukmu” akupun pergi setelah meletakkan susu disamping laptopnya.
-Tao POV end-
Chorong pun melirik susu yang diberikan Tao kepadanya dan menatap kepergian Tao dengan menghembuskan nafas berat.
“Choronga~ , setengah taun ini kau bekerja dengan Tao, kau selalu saja seperti itu, Tao namja yang baik, tidak bisakah kau berteman dengannya?” tanya hayoung salah satu staff osis,  saat dia mendekati Chorong
“kami selalu bekerjasama dengan baik, menurutku itu sudah cukup” ucap Chorong sambil menatap hayoung.
“Choronga~, tidak akan ada yang akan menyakitimu lagi sahabatku” ucap Hayoung sambil mengusap pundak
“Hayounga~, aku hanya takut untuk ramah lagi, aku takut untuk terluka lagi dan aku takut untuk kehilangan lagi” bisik Chorong saat menyandarkan pundaknya pada hayoung
“gwencana, just be brave, ada aku kok” ucap Hayoung menyemangati chorong
Suasana ruang osis kini sepi karena jam istirahat, hanya ada Chorong yang sedang berkutat dengan laptopnya.
“annyeong” sapa Tao sambil duduk dihadapan Chorong
“…..” Chorong masih berkutat dengan laptopnya
“kenapa tak makan siang?” tanya Tao sambil tersenyum karena sapaannya tadi tidak dijawab Chorong, as always.
“…..” Chorong masih berkutat dengan laptopnya tanpa memerdulikan Tao
Taopun menarik laptop Chorong dan menutupnya paksa, membuat Chorong terkejut dan menatapnya tajam.
“apa yang kau lakukan, cepat kembalikan” ucap Chorong
“shireo” ucap Tao
“kembalikan” ucap Chorong tegas
“shireo” jawab Tao yang kali ini menatap chorong dengan tajam dan suara yang agak tinggi
Chorong pun terkejut dengan perubahan sikap Tao, belum pernah Chorong melihat Tao seperti ini.
“sekarang dengarkan aku dan patuhi aku. Bu ketua kau melewatkan sarapanmu dan aku tak akan membiarkanmu melewatkan makan siangmu, aku tidak ingin kau sakit” ucap Tao kali ini dengan nada yang lembut.
Tao mengeluarkan kotak bento dihadapan Chorong
“makanlah” ujar Tao sambil memberikan chopstick pada Chorong
“……….” Chorong hanya terdiam dengan perlakuan Tao
“bu ketua…” ucap Tao tease her
“arraseo! But don’t call me like that anymore” ucap Chorong sambil mulai menggerakkan chopsticknya untuk memakan bento yang Tao bawa
“geure, arrachi” ucap Tao senang melihat Chorong mulai memakan bento yang ia bawa.
Sementara Chorong memakan bento yang dibawa Tao, Tao hanya memandangi Chorong dengan perasaan yang aneh
-Tao POV-
Awalnya aku mendekatimu karena aku penasaran kenapa begitu bencinya kau padaku, tapi melihatmu dari jarak dekat seperti ini aku  merasa ingin selalu seperti ini, memandangmu dan merengkuhmu, hanya aku seorang.
“omo, apa aku mulai menyukai Chorong?”
-Tao POV end-
“hei, apa kau juga mau? Kenapa dari tadi memandangiku?” tanya Chorong, membuyarkan lamunan Tao
“oh tidak, aku sudah makan tadi dikelas” ujar Tao cepat
“kau ini, kau wakil ketua osis tetapi mengerjakan hal yang tidak patut, seharusnya kau memberikan contoh yang baik” jawab Chorong ketus
“haha, iya-iya, hey, aku punya nama kenapa kau tak pernah memanggilku dengan namaku? Aku kan wakilmu” protes Tao
“…..” chorong hanya diam
“Park Chorong ssi, apa kau tidak tau nama wakilmu sendiri?” goda Tao
“ara, nado ara, neon Huang Zi Tao ssi, puas?” jawab Chorong disela makannya
“geurechi... itu kau tau , bu ketua panggil aku Tao yaa ” ujar Tao
“excuse me Tao ssi, bisakah kau tak memanggilku seperti itu lagi?” ucap Chorong sambil menatap tajam Tao
“ne, ne, mian, aku lupa” Tao pun tertawa melihat Chorong cemberut. Ini pertama kalinya mereka mengobrol selain urusan osis, dan hal ini membuat Tao lebih bersemangat membuka hati seorang Park Chorong.
Hayoung memandang dari jendela ruang osis dengan tangan kanan membawa bento dan tangan kiri membawa susu strawberry.
“kurasa aku tak perlu memberikannya pada Chorong, gomawo Tao ssi, kau menarik sahabatku keluar perlahan dari kesepiannya” gumam Hayoung.
Hayoung memutuskan untuk menuju ruang kesehatan yang memang hari ini jadwal piketnya bersama Kyungsoo, daripada nanti mengganggu Chorong dengan Tao.
“makanan ini kubawa aja sekalian, toh Chorong juga sudah makan ” ucap Hayoung
ruang kesehatan
Hayoung pun duduk di kursi tamu samping meja obat, tiba-tiba hpnya bergetar
Drrrtt…drttt…drrrrttt
Klick
“yeoboseo?”
“……”
“oh, kyung”
“……”
“wae?”
“…….”
“jinjja? Geure, get well soon babe”
“…….”
“tak usah khawatir, aku bisa jaga sendiri kok, oh iya nanti pulang sekolah aku mampir menjengukmu”
“…….”
“ne, annyeong”
Klick
-Hayoung POV-
Omo Kyungsoo sakit, kuharap ia cepat sembuh. Berarti hari ini aku jaga sendirian baiklah. Tak apa, nanti juga Jung saem datang menemaniku, beliaukan guru pembimbingku.
Srrrrrrrrrrttttt….
“oh, ranjang itu tertutup tirai lagi? ” gumamku sambil memandang ranjang nomer 4 yang jauh dihadapanku.
“selalu saja, ranjang itu tertutup, sepertinya selalu jika siswa yang sakit dan beristirahat memilih ranjang nomor 4, karena setiap aku jaga selalu saja tirainya tertutup sempurna”
“Aku sedikit penasaran siapa yang sedang beristirahat sekarang?” batinku
“tapi bagaimana jiak ia akan terganggu?” aku sedikit melangkah mendekati ranjang nomer 4
-Hayoung POV end-
Suasana ruang kesehatan sangat sepi, karena memang letaknya yang dipaling ujung dekat kebun sekolah dan jauh dari lalu lalang siswa.
Hayoung pun mendekati ranjang nomer 4 karena rasa penasarannya, tapi sebelum ia dapat membuka tirainya, si penghuni ranjang nomer 4 sudah terlebih dahulu menyibakkan tirainya.
Hayoungpun berteriak karena kagetnya
“AAAAAAAAAAAaaaaaaaaaa” teriak Hayoung sambil memejamkan matanya
“ssssstttttt ” suara namja itu sambil membungkam mulut Hayoung dengan tangannya
Hayoungpun membulatkan matanya ketika merasa mulutnya ditutup sesuatu, Hayoung pun berhenti berteriak dan memandang namja yang membekap mulutnya, tatapan mereka bertemu. Untuk sesaat keheningan tercipta, sampai suara namja tadi memecah keheningan.
“bila ku lepaskan, jangan berteriak lagi, arraseo?” ucap namja itu
Hayoungpun hanya mengangguk dan namja tadi melepaskan tangannya dari mulut Hayoung
“cheosonghamnida” ucap Hayoung lirih 
“nado, aku mengagetkanmu juga , mian” ucap namja itu datar
“hei, apakah kau sudah makan?” tanya namja itu tiba-tiba
Hayoung pun mengangguk heran
“lalu, makanan itu tak ada yang memilikinyakan, boleh untukku? Aku lapar” ucap namja itu sambil menghampiri meja tamu.
“oh…geure….silahkan” ucap Hayoung terbata
“gomawo” ucap namja tadi sambil melahap bento yang seharusnya untuk Chorong
-Hayoung POV-
Aku memandang namja itu makan dengan lahap. Kami berbicara seolah ini pertama kalinya kami bertemu. Ya, aku mengenalnya, dia Oh sehun tetanggaku di masa kecil dulu, namja kecil yang dahulu menembakku dan saat keesokannya aku akan menjawabnya dia telah berada di London meninggalkanku. Apakah dia melupakanku? Sepertinya iya, saat itu usia kami baru 6 tahun. Tapi aku tidak pernah melupakannya seharipun, ya, dia cinta pertamaku.
-Hayoung POV end-
“hei, apakah kau juga mau susu strawberry ini?” tanya Hayoung pada Sehun
“ani, aku tak suka susu strawberry” ucap Sehun santai sambil memakan bentonya
“yapp, dia memang Sehunku dimasa lalu, yang tak suka hal-hal yang berbau strawberry” batin Hayoung
“tapi dia melupakanku” tambah Hayoung
“apakah kau selalu diruang kesehatan ini?” tanya Sehun membuyarkan lamunan Hayoung
“tidak, aku hanya disini saat aku piket, kami eskul kesehatan membagi anggotanya untuk menjaga ruang kesehatan ini, lalu apa yang kau lakukan disini sehuna?”ucapku
“sehuna?” tanya Sehun sambil menatap Hayoung dengan tatapan yang tak bisa diartikan
“omo, aku keceplosan, memanggilnya seperti dahulu, eotokke, pabo” batin Hayoung
“ehm….., kau….. Oh sehun….. kan, siapa yang tak kenal kau, kau kan juara satu nasional kebanggaan sekolah kita…ya..kan ” ucap hayoung terbata
“ehmm, well, kau juga oh hayoung kan, ketua klub kesehatan dan anggota osis itu kan” ucap sehun tak kalah dari Hayoung
Hayoung hanya diam memandang sehun “he know me?” batin Hayoung
“hei, kenapa melamun lagi?” tanya sehun, membuyarkan Hayoung
“ani, kenapa kau ada disini?” ucap Hayoung cepat, menyembunyikan hatinya yang bergemuruh
“ehmmm…..aku hanya sedikit butuh istirahat dan aku disini untuk beristirahat” ucap Sehun
“apakah kau sakit?” tanya Hayoung khawatir
“ani, berkat bentomu aku tak butuh istirahat lagi, aku harus kembali ke kelas, gomawo Hayoung ssi ” ucap sehun sambil keluar dari ruang kesehatan
“ne, cheonma” jawab Hayoung lirih 
“apakah Sehun benar-benar melupakanku? , Tuhan, tapi hatiku kembali bergemuruh karenanya ”gumam Hayoung
Bell pun berbunyi. Siswa –siswi kembali memasuki kelasnya.
Hayoung pun kembali ke kelas dengan lesu,ia ingin menanyakan apakah Sehun masih ingat dengannya? Seperti enam bulan yang lalu dimana ia bertemu kembali dengan Sehun yang kembali setelah 11 tahun dari London, tapi dahulu saat ia mencoba mendekati Sehun untuk bertanya, Sehun malah menanyakan namanya terlebih dahulu sebelum Hayoung sempat bertanya, apakah ia mengingat Hayoung?. Dan hari ini pertama kalinya Hayoung berbicara panjang dengan Sehun, tapi seperti menelan pil pahit Sehun tak mengenalinya.
Di ruang kelas
Hayoung duduk disebelah Chorong
“hey, Oh Hayoung waegeure?” tanya Chorong khawatir melihat air muka Hayoung
“aniya” singkat Hayoung
“I know you so well, wanna tell me after this?” ucap Chorong mengusap punggung Hayoung
Hayoung hanya mengangguk, memang sahabatnya paling mengerti dirinya.
Dari belakang ada yang menarik rambut Hayoung dan Chorong
“AAAAAaaaa” teriak hayoung dan chorong bersamaan, untung Song saem belum memasuki kelas
Mereka berdua pun berbalik kebelakang dan memukul kepala namja yang menarik rambut mereka
“YA! Kim Jongin, neo michoseo???!” ucap keduanya
“hahaha, hai perawat Oh dan penyihir Park” ucap namja yang bernama Jongin sambil mengusap-usap kepalanya yang dipukul oleh dua yeoja didepannya
“hentikan senyuman bodohmu” ucap Chorong sinis, sambil membenarkan rambutnya
“santai dong penyihir Park” ucap jongin yang menghasilkan deathglare dari Chorong
“YA, Kim Jongin kuadukan pada kyungie, baru tau rasa ” ucap Hayoung
“Hei, kyungie itu akan berpihak padaku WEKKK” goda Jongin
“ahh, terserahlah” ucap Hayoung dan Chorong bersamaan dan membalikkan badan kedepan
“hey, aku belum selesai bicara” ucap Jongin sambil menendang kedua kursi didepannya
“YA! Kim jongin apa lagi?” 
“hari ini, Kyungie kan sakit, dan kudengar kalian nanti akan menjenguknya, kuharap kalian jangan datang dahulu nanti, dia sangat butuh istirahat, jadi jangan ganggu dia, besok sajalah kalian menjenguknya” jelas Jongin
“gereu? Kyungie gwencana?” ucap hayoung khawatir
“gwencana, kyungie cuma butuh istirahat total” ucap Jongin
“oh, arraseo, kami akan menjenguknya besok, so stop bothering us” ucap Chorong pada Jongin
“as you wish , witch Park” ucap jongin terkekeh
----to be continued-----